Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Akhir Perjalanan Sang Kapten Bersama Albiceleste

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Akhir Perjalanan Sang Kapten Bersama Albiceleste

Catatanplus.comLionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Pada Senin, 31 Agustus 2026, pemain yang identik dengan nomor punggung 10 itu mengumumkan bahwa dirinya tidak lagi akan membela Albiceleste di level internasional. Keputusan tersebut menandai berakhirnya salah satu perjalanan paling panjang, emosional, dan penuh pencapaian dalam sejarah sepak bola Argentina.

Messi mengumumkan keputusan tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pesan yang disampaikan kepada publik, ia mengatakan bahwa waktu untuk menutup sebuah fase dalam hidupnya telah tiba. Messi juga menegaskan bahwa dirinya selalu mencintai tim nasional Argentina dan merasa telah memberikan seluruh kemampuan yang dimilikinya.

Keputusan itu datang tidak lama setelah perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 berakhir. Argentina berhasil mencapai final, tetapi harus mengakui keunggulan Spanyol dengan kekalahan 0-1 melalui perpanjangan waktu. Pertandingan tersebut kemudian menjadi penampilan terakhir Messi bersama Argentina.

Awal Perjalanan Messi Bersama Argentina

Perjalanan Messi bersama tim nasional Argentina dimulai ketika dirinya masih sangat muda. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain terpenting dalam sejarah negara tersebut. Debutnya di Piala Dunia terjadi pada 2006, ketika Argentina tampil di turnamen yang digelar di Jerman.

Namun, perjalanan Messi bersama tim nasional tidak langsung dipenuhi keberhasilan. Selama bertahun-tahun, ia harus menghadapi tekanan besar karena masyarakat Argentina memiliki harapan sangat tinggi terhadap pemain yang dianggap sebagai penerus Diego Maradona.

Messi mengalami beberapa kegagalan di turnamen besar. Argentina kalah dari Jerman pada final Piala Dunia 2014. Setelah itu, Argentina juga mengalami kekalahan di final Copa America 2015 dan 2016. Kekalahan beruntun tersebut membuat tekanan terhadap Messi semakin besar.

Pada 2016, setelah Argentina kembali gagal meraih trofi, Messi bahkan sempat mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional. Saat itu, keputusan tersebut muncul setelah kekalahan menyakitkan Argentina dari Chile di final Copa America Centenario.

Namun, keputusan tersebut tidak bertahan selamanya. Messi kembali ke tim nasional dan terus menjalani perjalanan bersama Argentina.

Titik Balik pada Copa America 2021

Perubahan besar dalam hubungan Messi dan Argentina terjadi pada Copa America 2021. Setelah bertahun-tahun menunggu, Messi akhirnya berhasil mengangkat trofi bersama tim senior Argentina.

Argentina mengalahkan Brasil 1-0 dalam pertandingan final di Stadion Maracana. Gol kemenangan dicetak oleh Angel Di Maria. Bagi Messi, keberhasilan tersebut memiliki arti besar karena menjadi trofi senior pertamanya bersama tim nasional Argentina.

Gelar tersebut juga mengubah pandangan banyak orang terhadap karier internasional Messi. Sebelumnya, kritik sering diarahkan kepadanya karena dianggap belum mampu membawa Argentina meraih gelar utama. Setelah Copa America 2021, tekanan tersebut mulai berkurang.

Messi kemudian memasuki Piala Dunia 2022 dengan status sebagai pemimpin utama Argentina.

Puncak Karier Internasional di Piala Dunia 2022

Piala Dunia Qatar 2022 menjadi salah satu bagian terpenting dalam perjalanan Messi. Argentina sempat mengalami kejutan pada pertandingan pertama setelah kalah dari Arab Saudi. Namun, kekalahan tersebut tidak menghentikan langkah mereka.

Argentina kemudian bangkit dan melaju hingga final. Dalam pertandingan terakhir melawan Prancis, Messi mencetak dua gol dan juga berhasil menjalankan tugasnya dalam drama adu penalti.

Argentina akhirnya menjadi juara dunia setelah memenangkan pertandingan melalui adu penalti. Messi mendapatkan penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen.

Gelar Piala Dunia tersebut membuat Messi akhirnya mencapai pencapaian yang selama bertahun-tahun menjadi impian terbesar dalam kariernya. Ia tidak hanya menjadi juara dunia, tetapi juga berhasil mengakhiri perdebatan panjang mengenai kesuksesannya bersama tim nasional.

Setelah mengangkat trofi di Qatar, posisi Messi dalam sejarah sepak bola Argentina semakin kuat. Ia tidak lagi hanya dianggap sebagai pemain berbakat yang gagal memberikan gelar kepada negaranya, tetapi sebagai kapten yang berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia.

Copa America 2024 dan Generasi yang Terus Berkembang

Kesuksesan Argentina tidak berhenti di Piala Dunia 2022. Pada Copa America 2024, Argentina kembali menjadi juara. Messi dan rekan-rekannya berhasil mengalahkan Kolombia dalam pertandingan final.

Gelar tersebut memperlihatkan bahwa Argentina telah berubah menjadi tim yang sangat kompetitif di bawah kepemimpinan Lionel Scaloni. Selain Messi, muncul sejumlah pemain muda yang kemudian menjadi bagian penting dari skuad.

Para pemain seperti Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez berkembang menjadi tokoh penting di tim nasional. Keberadaan generasi baru tersebut akhirnya menjadi salah satu pertimbangan Messi ketika memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya.

Dalam pesan perpisahannya, Messi menyinggung bahwa banyak pemain muda berkualitas yang mulai muncul dan pantas mendapatkan kesempatan bersama tim nasional.

Piala Dunia 2026 Menjadi Penampilan Terakhir

Messi tetap menjadi bagian dari Argentina pada Piala Dunia 2026. Meski telah berusia 39 tahun, ia masih memainkan peran penting di dalam skuad.

Argentina kembali melaju jauh hingga pertandingan final. Dalam perjalanan menuju laga puncak, Messi menunjukkan bahwa pengalaman dan kualitasnya masih memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim.

Pada semifinal melawan Inggris, misalnya, Messi tidak mencetak gol, tetapi memberikan dua assist dalam kemenangan Argentina 2-1. Penampilannya memperlihatkan perubahan peran yang terjadi seiring bertambahnya usia. Messi tidak harus selalu menjadi pemain yang mengandalkan kecepatan. Ia lebih banyak menggunakan pengalaman, visi permainan, umpan, dan kemampuan membaca situasi untuk membantu tim.

Argentina kemudian bertemu Spanyol di final. Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya Spanyol memenangkan laga dengan skor 1-0 melalui perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia. Meski demikian, Messi menutup turnamen dengan status sebagai finalis Piala Dunia, setelah sebelumnya menjadi juara pada 2022.

Pengumuman Pensiun Messi

Setelah final Piala Dunia 2026, Messi sebenarnya sudah menyiapkan surat perpisahan. FIFA menyebut bahwa surat tersebut telah ditulis pada 21 Juli, dua hari setelah kekalahan Argentina dari Spanyol di final.

Namun, Messi belum langsung mempublikasikannya. Ia baru mengumumkan keputusan tersebut kepada masyarakat pada 31 Agustus 2026. Salah satu peristiwa yang turut memengaruhi waktu penyampaian pengumuman tersebut adalah meninggalnya ayah Messi, Jorge Messi, pada 8 Agustus.

Dalam pesannya, Messi menggambarkan keputusan tersebut sebagai sesuatu yang menyakitkan. Ia mengaku masih mencintai tim nasional Argentina, tetapi merasa telah memberikan seluruh yang bisa ia berikan.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keputusan pensiun bukan karena hilangnya kecintaan terhadap negaranya. Sebaliknya, Messi merasa sebuah fase penting dalam hidupnya sudah mencapai akhir.

Catatan Luar Biasa Messi

Messi mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan yang sangat sulit disamai. Berdasarkan data yang dilaporkan Reuters, ia mencatat 207 penampilan dan 125 gol bersama Argentina. Ia juga menjadi bagian dari tim yang memenangkan Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.

Ia juga mencatat sejarah sebagai pemain yang telah tampil di tiga final Piala Dunia, yaitu 2014, 2022, dan 2026. Dalam dua kesempatan terakhir, Argentina berhasil menjadi juara pada 2022 dan menjadi runner-up pada 2026.

Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Messi sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola.

Reaksi Pemain dan Sepak Bola Argentina

Pengumuman Messi langsung mendapatkan banyak reaksi dari dunia sepak bola. Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina Claudio Tapia memberikan penghormatan kepada Messi dan menyebut kontribusinya terhadap tim nasional sebagai sesuatu yang luar biasa.

Rekan-rekan setimnya juga menyampaikan penghormatan. Enzo Fernandez, Lautaro Martinez, dan Rodrigo De Paul termasuk pemain yang memberikan apresiasi terhadap Messi, baik sebagai pemain maupun sebagai pemimpin di dalam skuad.

Mantan rekan setim Messi seperti Angel Di Maria juga ikut memberikan penghormatan atas perjalanan panjang tersebut. Di Maria sendiri sudah lebih dahulu mengakhiri karier internasionalnya pada 2024.

Di Argentina, pengumuman ini juga disambut dengan rasa kehilangan. Bagi banyak pendukung, Messi bukan lagi sekadar pemain sepak bola. Ia telah menjadi bagian dari identitas sepak bola Argentina selama lebih dari dua dekade.

Akhir Sebuah Era

Pensiunnya Messi dari tim nasional Argentina bukan hanya pergantian pemain. Keputusan tersebut menandai berakhirnya sebuah era.

Selama lebih dari 20 tahun, publik Argentina menyaksikan Messi melalui berbagai fase. Ada kegagalan, kritik, tangisan, keputusan pensiun, kebangkitan, hingga akhirnya muncul kemenangan terbesar di Piala Dunia.

Pada akhirnya, Messi meninggalkan tim nasional bukan sebagai pemain yang gagal memenuhi harapan. Ia pergi sebagai juara dunia, juara Copa America, kapten, pencetak gol terbanyak, dan salah satu simbol terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina.

Kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 memang membuat Messi tidak mendapatkan akhir sempurna di pertandingan terakhirnya. Namun, warisan yang ia tinggalkan jauh lebih besar daripada hasil satu pertandingan.

Kini Argentina harus mempersiapkan era baru tanpa pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian. Generasi muda akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil peran yang sebelumnya menjadi milik Messi.

Sementara itu, nomor 10 yang selama bertahun-tahun melekat dengan dirinya akan selalu mengingatkan dunia pada perjalanan seorang anak dari Rosario yang tumbuh menjadi legenda sepak bola dunia.

Lionel Messi telah menutup babak terakhirnya bersama Argentina. Dari kegagalan hingga kejayaan, perjalanan tersebut membuktikan bahwa karier seorang pemain tidak hanya diukur dari jumlah trofi, tetapi juga dari kemampuan untuk terus kembali setelah mengalami kekalahan.

Dan bagi Argentina, kisah Messi bersama Albiceleste akan tetap menjadi salah satu cerita terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Sumber resmi: FIFA — FIFA: Messi mengakhiri karier internasional bersama Argentina