Catatanplus.com – Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dengan rute Velodrome–Manggarai telah memasuki tahap akhir. Jalur sepanjang 6,4 kilometer ini menjadi salah satu proyek penting dalam pengembangan transportasi umum Jakarta karena akan memperluas jaringan LRT hingga terhubung dengan kawasan Manggarai yang selama ini dikenal sebagai salah satu simpul transportasi terbesar di ibu kota.
Proyek yang pembangunannya dimulai pada 30 Oktober 2023 tersebut pada awalnya ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2026. Setelah melalui proses konstruksi, pemasangan sistem, pengujian, hingga persiapan operasional, pembangunan kini telah mendekati penyelesaian penuh. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mencatat kemajuan konstruksi mencapai 97,9 persen hingga minggu keempat Juli 2026.
Kondisi tersebut menandakan bahwa pekerjaan konstruksi utama sudah hampir rampung. Sejumlah pekerjaan yang tersisa lebih banyak berkaitan dengan sistem persinyalan, fasilitas pendukung, serta penyempurnaan layanan sebelum jalur baru tersebut dibuka untuk masyarakat.
Rute Velodrome–Manggarai Tambah Lima Stasiun
LRT Jakarta Fase 1B dibangun untuk memperluas jaringan LRT yang sebelumnya melayani rute Kelapa Gading–Velodrome. Jalur baru ini menghubungkan Velodrome dengan Manggarai dan memiliki lima stasiun tambahan.
Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai. Dengan tambahan tersebut, perjalanan LRT Jakarta akan menjangkau kawasan yang lebih dekat dengan pusat aktivitas masyarakat dan kawasan transit utama Jakarta.
Stasiun Manggarai menjadi titik yang sangat penting dalam proyek ini. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat pengangkutan penumpang karena melayani berbagai perjalanan kereta, termasuk KRL Commuter Line. Kehadiran LRT di lokasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat melakukan perpindahan antarmoda tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Dengan demikian, pembangunan Fase 1B tidak hanya dipandang sebagai penambahan jalur baru, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi umum yang saling terhubung di Jakarta.
Proses Pengujian Sudah Berjalan
Menjelang pengoperasian, pemerintah dan pengelola LRT Jakarta telah melakukan serangkaian pengujian. Pada bulan Juli 2026, Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta turut mengikuti kegiatan trial run atau uji coba rangkaian Light Rail Vehicle di lintas Velodrome–Manggarai.
Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan operasional jalur baru sekaligus memastikan berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan layanan. Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga meninjau langsung sejumlah stasiun dan perjalanan di sepanjang lintasan.
Tahapan pengujian menjadi bagian penting sebelum layanan kereta api beroperasi secara komersial. Bukan hanya kereta yang diuji, tetapi juga jalur, sistem persinyalan, stasiun, kelistrikan, prosedur keselamatan, hingga kesiapan petugas.
Sebelumnya, kontraktor proyek juga telah melaksanakan Testing and Commissioning atau T&C untuk sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B. Pengujian dilakukan secara bertahap, termasuk pengujian lintasan yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan kawasan proyek Fase 1B.
Sempat Ditargetkan Diresmikan Agustus 2026
Memasuki Agustus 2026, pemerintah daerah menyatakan pembangunan sudah berada pada tahap akhir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ketika meninjau proyek tersebut dengan target jalur Velodrome–Manggarai dapat mulai beroperasi pada akhir Agustus.
Sasaran tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan warga terhadap transportasi yang lebih terintegrasi. Dari Velodrome, masyarakat nantinya dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Manggarai menggunakan LRT tanpa harus kembali menggunakan kendaraan pribadi atau melalui jalur yang lebih panjang.
Namun, jadwal peresmian yang sebelumnya direncanakan pada 26 Agustus 2026 kemudian mengalami penyesuaian. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 26 Agustus secara resmi mengumumkan bahwa peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai diadakan ulang.
Pemprov DKI menjelaskan bahwa penjadwalan ulang dilakukan setelah evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan. Salah satu pertimbangannya adalah penyempurnaan layanan agar aspek inklusivitas dapat dipastikan sebelum pelaksanaan peresmian. Pemerintah juga menegaskan bahwa perubahan jadwal tersebut tidak berarti menghentikan pengembangan koridor LRT .
Artinya, meskipun peresmian belum terlaksana sesuai jadwal sebelumnya, proyek dan persiapan operasional tetap berjalan.
Manggarai Jadi Titik Penting Integrasi Transportasi
Kehadiran LRT di Manggarai memiliki arti penting bagi sistem transportasi Jakarta. Selama ini kawasan Manggarai telah berkembang menjadi titik pertemuan berbagai perjalanan kereta. Dengan adanya LRT , pilihan perjalanan masyarakat akan semakin beragam.
Konsep integrasi tersebut memungkinkan penumpang melakukan perpindahan moda dengan waktu dan perjalanan yang lebih efisien. Masyarakat dari kawasan Jakarta Timur, misalnya, dapat menggunakan LRT menuju Manggarai lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KRL atau moda transportasi lainnya.
Integrasi ini juga diharapkan membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dengan pilihan transportasi umum yang semakin luas, masyarakat memiliki alternatif untuk melakukan perjalanan harian tanpa harus selalu membawa kendaraan sendiri.
Pemerintah DKI Jakarta sebelumnya menyebut keberadaan LRT hingga Manggarai akan memberikan kemudahan mobilitas bagi warga Jakarta maupun masyarakat dari kawasan aglomerasi.
Harapan terhadap Layanan yang Aman dan Nyaman
Mendekati pengoperasian, perhatian tidak hanya diberikan pada penyelesaian pembangunan fisik. Keseimbangan operasional menjadi bagian yang tidak kalah penting.
LRT Jakarta perlu memastikan seluruh petugas, sistem keselamatan, sarana kereta, stasiun dan fasilitas penumpang berada dalam kondisi siap digunakan. Aspek kenyamanan juga menjadi perhatian karena jalur baru nantinya akan melayani masyarakat secara langsung.
PT LRT Jakarta sendiri sejak tahun 2025 telah melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut pengembangan layanan Velodrome–Manggarai. Persiapan tersebut mencakup rencana pola operasi, rencana perawatan sarana kereta api, serta persiapan dan rekrutmen tenaga operasional serta petugas pelayanan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengoperasian jalur baru memerlukan persiapan menyeluruh, bukan sekadar menyelesaikan konstruksi rel dan stasiun.
Perjalanan Menuju LRT Jakarta yang Lebih Terintegrasi
Pembangunan Fase 1B merupakan kelanjutan dari LRT Jakarta Fase 1A yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Velodrome. Ketika Fase 1B beroperasi penuh, jaringan LRT akan memiliki jalur yang lebih panjang dan terhubung hingga Manggarai.
Proyek ini sejak awal memang diarahkan untuk mendukung integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap proyek tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dengan kemajuan pembangunan yang sudah mendekati 100 persen dan berbagai tahap pengujian yang telah dilakukan, perhatian masyarakat kini mulai tertuju pada jadwal peresmian terbaru. Hingga 3 September 2026, Pemprov DKI Jakarta menyatakan jadwal peresmian yang sebelumnya dijadwalkan pada 26 Agustus telah ditunda dan jadwal baru akan diumumkan setelah waktu pelaksanaan yang ditetapkan.
Dengan demikian, LRT Jakarta Velodrome–Manggarai secara teknis sudah berada di penghujung proses pembangunan, tetapi masyarakat masih perlu menunggu kepastian resmi mengenai tanggal peresmian dan pembukaan layanan komersial.
Informasi resmi mengenai perkembangan proyek dapat dipantau melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta :Portal Resmi Pemprov DKI Jakarta
Catatan: sampai 3 September 2026, belum ada tanggal baru peresmian yang ditetapkan secara resmi oleh Pemprov DKI Jakarta. Jadi, judul “siap diresmikan” lebih tepat dipahami sebagai proyek yang sudah memasuki tahap akhir dan persiapan operasional, bukan bahwa tanggal peresmiannya sudah pasti.




