Mattéo Guendouzi Viral Setelah Bawa Fenerbahçe ke Liga Champions, Gestur Provokatif Picu Keributan Lawan Lyon

Mattéo Guendouzi Viral Setelah Bawa Fenerbahçe ke Liga Champions, Gestur Provokatif Picu Keributan Lawan Lyon

Catatanplus.comMattéo Guendouzi kembali menjadi sorotan sepak bola Eropa. Nama gelandang asal Prancis tersebut ramai dibahas setelah pertandingan Lyon melawan Fenerbahçe pada leg kedua playoff Liga Champions 2026/2027, Rabu malam, 26 Agustus 2026. Bukan hanya karena keberhasilan Fenerbahçe lolos ke fase liga Liga Champions, tetapi juga karena aksi Guendouzi setelah pertandingan yang memicu suasana panas hingga terjadi keributan antara kedua kubu.

Fenerbahçe berhasil mengalahkan Lyon dengan skor 2-1 di Prancis. Hasil tersebut membuat klub asal Turki itu unggul agregat 3-2 setelah pertandingan pertama di Istanbul berakhir imbang 1-1. UEFA mencatat kemenangan tersebut membawa Fenerbahçe ke fase liga Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2008/2009.

Guendouzi sendiri menjadi salah satu pemain penting Fenerbahçe. Dalam daftar skuad UEFA untuk Liga Champions 2026/2027, pemain berusia 27 tahun itu tercatat sebagai gelandang Fenerbahçe dengan nomor punggung 6. Dalam lima pertandingan kompetisi Eropa musim ini, Guendouzi sudah mengumpulkan 450 menit bermain.

Namun, perhatian publik setelah pertandingan justru tertuju kepada sikap Guendouzi ketika suasana pertandingan telah berakhir.

Sejak Pemanasan Sudah Memanas

Ketegangan antara Guendouzi dan pendukung Lyon sebenarnya sudah terlihat sebelum pertandingan dimulai. Saat melakukan pemanasan di Groupama Stadium, Guendouzi mendapat cemoohan dari suporter tuan rumah.

Hubungan Guendouzi dengan publik Lyon memang memiliki latar belakang tersendiri. Sebelum bermain di Fenerbahçe, ia dikenal sebagai pemain Marseille. Guendouzi tercatat membuat 103 penampilan bersama klub Prancis tersebut dan memiliki hubungan kuat dengan suporter Marseille. Karena rivalitas sepak bola Prancis, statusnya sebagai mantan pemain Marseille membuat kehadirannya di Lyon menjadi sangat sensitif.

Menurut laporan L’Équipe, Guendouzi merespons cemoohan suporter Lyon dengan beberapa gestur yang dianggap provokatif, termasuk menunjukkan jari tengah ke arah tribun. Aksi tersebut bahkan terjadi sebelum pertandingan dimulai dan membuat atmosfer pertandingan semakin panas.

Situasi tersebut tidak berhenti ketika pertandingan berlangsung. Tekanan dari tribun terus muncul sepanjang laga, sementara Guendouzi tetap tampil di lini tengah Fenerbahçe. Ia bermain bersama pemain senior seperti N’Golo Kanté, menjadi bagian dari lini tengah yang menjaga permainan klub Turki tersebut. UEFA juga mencatat Guendouzi sebagai salah satu gelandang utama dalam skuad Fenerbahçe di Liga Champions musim ini.

Fenerbahçe Menang dan Guendouzi Membalas Sorakan

Setelah pertandingan berakhir, Fenerbahçe merayakan kemenangan besar. Dua gol dari Vedat Muriqi dan Archie Brown membuat tim tamu sempat unggul 2-0. Lyon kemudian mencetak gol melalui Malick Fofana, tetapi mereka gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan selesai.

UEFA mencatat Fenerbahçe menang 2-1 dan unggul agregat 3-2. Hasil itu sekaligus memastikan klub Turki tersebut masuk ke fase liga Liga Champions 2026/2027.

Di tengah perayaan tersebut, Guendouzi kembali melakukan gestur yang dianggap menyindir suporter Lyon. Sejumlah laporan menyebut Guendouzi melakukan gestur yang berkaitan dengan rapper asal Marseille, Jul. Ia kemudian tertangkap kamera meneriakkan kalimat “Allez l’OM”, yang berarti dukungan kepada Olympique de Marseille.

Tindakan tersebut membuat emosi dari pihak Lyon kembali tersulut. Beberapa pemain kemudian mendekati Guendouzi dan terjadi adu argumen di atas lapangan. Situasi semakin panas ketika pemain dan staf dari kedua tim bergerak menuju area lorong stadion.

Keributan bahkan berlanjut hingga dekat terowongan menuju ruang ganti. Sejumlah pemain dan staf berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Video yang beredar di media sosial kemudian membuat kejadian tersebut semakin ramai dibicarakan publik sepak bola.

Guendouzi Ungkap Alasan Sikapnya

Setelah insiden tersebut, Guendouzi memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi. Ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan hinaan yang menurutnya sudah menyasar ibu dan keluarganya selama pertandingan.

Guendouzi merasa tindakan tersebut sudah melewati batas. Karena itu, ia menilai dirinya berhak merayakan kemenangan bersama timnya setelah Fenerbahçe memastikan kelolosan ke Liga Champions.

Pernyataan tersebut memberikan perspektif berbeda terhadap insiden. Di satu sisi, gestur Guendouzi memang dianggap provokatif dan berpotensi memperkeruh suasana. Namun di sisi lain, sang pemain mengklaim reaksinya muncul setelah menerima perlakuan yang menurutnya tidak pantas dari tribun.

Pelatih Fenerbahçe, İsmail Kartal, juga menyatakan dukungannya terhadap Guendouzi setelah pertandingan. Menurut laporan India Today, Kartal mengatakan bahwa seluruh anggota tim berdiri bersama untuk memberikan dukungan kepada sang pemain.

Siapa Mattéo Guendouzi?

Mattéo Guendouzi bukan nama baru dalam sepak bola Eropa. Pemain kelahiran Prancis tersebut pernah bermain untuk Arsenal, Hertha Berlin, Marseille dan Lazio sebelum akhirnya bergabung dengan Fenerbahçe.

Karier Guendouzi sejak usia muda memang dikenal cukup menarik. Ia memiliki gaya bermain yang agresif, berani melakukan duel, aktif menekan lawan, dan tidak jarang menunjukkan emosi yang kuat di atas lapangan. Karakter seperti itu membuatnya menjadi pemain yang disukai sebagian suporter, tetapi pada saat yang sama juga membuatnya sering menjadi pusat perhatian dalam pertandingan dengan tensi tinggi.

Bersama tim nasional Prancis, Guendouzi juga mendapatkan kesempatan bermain di level internasional. Ia merupakan bagian dari generasi pemain Prancis yang memiliki persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di lini tengah.

Kepindahannya ke Fenerbahçe pada akhirnya membawa Guendouzi kembali ke panggung Liga Champions. Data resmi UEFA musim 2026/2027 mencatat dirinya sudah tampil dalam lima pertandingan dengan total 450 menit dan rata-rata bermain selama 90 menit per pertandingan pada kompetisi tersebut.

Bisa Berujung Sanksi?

Setelah insiden di Lyon, perhatian berikutnya tertuju pada kemungkinan hukuman disipliner. Gestur Guendouzi kepada suporter serta keributan setelah pertandingan berpotensi diperiksa oleh pihak berwenang sepak bola.

Namun, sampai informasi terbaru yang tersedia pada 27 Agustus 2026, belum ada konfirmasi resmi mengenai sanksi khusus terhadap Guendouzi. Karena itu, segala kabar mengenai kemungkinan hukuman masih harus menunggu keputusan dari otoritas terkait.

Yang sudah pasti, insiden tersebut menjadi salah satu cerita paling menonjol dari pertandingan Lyon versus Fenerbahçe. Di lapangan, Fenerbahçe berhasil mendapatkan tiket ke fase liga Liga Champions. Di luar lapangan, Guendouzi justru menjadi pusat perhatian karena perseteruan dengan suporter dan pemain Lyon.

Bukan Sekadar Keributan

Viralnya nama Guendouzi kali ini tidak hanya disebabkan oleh satu gestur. Ada rangkaian kejadian yang membuat insiden tersebut berkembang menjadi besar: tekanan suporter sejak pemanasan, sejarah Guendouzi bersama Marseille, gestur kontroversial selama pertandingan, kemenangan Fenerbahçe, hingga keributan setelah peluit akhir.

Semua faktor tersebut membuat pertandingan Lyon kontra Fenerbahçe menjadi salah satu laga paling panas dalam babak playoff Liga Champions musim ini.

Bagi Guendouzi, kemenangan tersebut tentu menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya bersama Fenerbahçe. Klub Turki itu akhirnya memastikan tempat di fase liga Liga Champions, sementara Guendouzi mendapat sorotan besar dari media internasional.

Kini perhatian selanjutnya adalah bagaimana otoritas sepak bola akan menilai insiden tersebut dan apakah tindakan Guendouzi akan berujung pada hukuman. Terlepas dari kontroversinya, satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari sosok Guendouzi adalah karakter emosional dan keberaniannya menghadapi tekanan.

Pertandingan Lyon dan Fenerbahçe menunjukkan kembali bahwa sepak bola bukan hanya tentang hasil di papan skor. Rivalitas, sejarah klub, hubungan pemain dengan suporter, dan emosi di lapangan juga dapat menentukan bagaimana sebuah pertandingan dikenang. Dalam kasus Guendouzi, kemenangan Fenerbahçe sekaligus memastikan tiket ke Liga Champions kini dibarengi dengan kontroversi yang membuat namanya terus menjadi perbincangan.

Informasi pertandingan dan data pemain dapat diperiksa melalui situs resmi UEFA: UEFA – Matteo Guendouzi dan Liga Champions 2026/2027